Penyakit-penyakit Pada Paru-paru

23.09 |



Kita bernafas kira-kira 15 – 25 kali/menit tanpa kita berpikir. Pada waktu kita berolah raga, kecepatan bernafas bertambah – tanpa kita perlu berpikir. Kita bernafas dengan rutin setiap hari, jadi karena sudah sangat terbiasa, sangat mudah bagi kita untuk tidak menghargainya. (Take it for granted).
Coba Anda stop bernafas, apakah bisa?
Paru-paru kita adalah organ tubuh yang kompleks, mereka bekerja untuk membuang karbon dioksida dan menukarnya dengan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
betapa pentingnya udara segar bagi kehidupan. Dalam pernafasan, peran paru-paru sangatlah vital. Oleh karena itu Tuhan menciptakan paru-paru manusia dengan kamampuan yang luar biasa canggihnya.
Orang yang mempunyai masalah dengan paru-parunya akan mengalami kesulitan untuk bernafas.
Jutaan orang menderita penyakit paru-paru. Jika semua penyakit paru-paru dijadikan satu, penyakit ini merupakan pembunuh no. 3 di Amerika Serikat.
Pada Kali ini kita akan pelajari penyakit-penyakit pada paru-paru.
Secara garis besar, penyakit pada paru-paru dibagi 2 jenis – penyakit yang menyebabkan kita kesulitan bernafas dan penyakit yang merusak kemampuan paru untuk menukar karbon dioksida dengan oksigen.
APA SAJA JENIS PENYAKIT PARU-PARU?
Kita akan pelajari penyakit paru yang umum seperti Asma, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (bronchitis & emphysema), pneumonia, tuberculosis, kanker paru dan edema paru-paru.

1. APAKAH PENYAKIT ASMA?

Asma adalah penyakit kronis pada saluran udara/pernafasan. Saluran pernafasan kita terdiri dari pipa yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Pada penderita asma, dinding lapisan dalam saluran pernafasan menjadi sensitif dan akan bereaksi dengan kuat terhadap alergen atau sesuatu yang dapat membuat iritasi.
Pada waktu pipa udara bereaksi, pipa udara/saluran pernafasan menjadi lebih sempit sehingga paru-paru mendapatkan lebih sedikit udara. Ini bisa menyebabkan nafas bunyi (wheezing), batuk, dada sesak dan kesulitan bernafas, terutama pada pagi hari atau malam hari.
Jika gejala asma bertambah parah, disebut serangan asma. Pada serangan asma yang parah, saluran udara bisa hampir seluruhnya tertutup sehingga organ-organ vital tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Penderita bisa meninggal karena serangan asma yang parah.

APA SAJA PENYEBAB ASMA?
Faktor yang meningkatkan resiko terjadinya asma adalah pola hidup, keturunan dan lingkungan (seperti debu, kotoran rumah dll).
  1. Tingkat gula darah yang rendah. Test menunjukkan bahwa penderita asma mempunyai tingkat gula darah yang rendah dan mempunyai tingkat potasium yang tinggi di dalam darah. Penderita diabetes yang mempunyai tingkat gula darah tinggi hampir tidak pernah terserang asma.
Serangan paling sering terjadi pada malam hari atau menjelang pagi pada waktu tingkat gula pada posisi terendah.
  1. Asma menjadi lebih parah jika penderita memakan garam berlebihan terutama garam meja.
  2. Alergi makanan. Alergi makanan merupakan penyebab terbanyak asma. Konsumsi makanan dan minuman pembentuk lendir seperti roti putih, produk susu (susu sapi, keju dll.), makanan yang digoreng dll.
  3. Toxemia pada saluran pencernaan. Menurut penelitian, kebanyakan asma juga disebabkan oleh toxemia dari saluran pencernaan. Dikatakan bahwa penyakit-penyakit akut terjadi karena tubuh berusaha untuk membersihkan dirinya sendiri dari racun yang sudah menumpuk. Jadi perlu detoksifikasi dalam hal ini.
  4. Masalah psikis (masalah mental-emosional).
  5. Monosodium Glutamate (MSG).
  6. Sulfites. Digunakan pada salad hijau agar tetap segar dan crispy pada salad bar dan juga terdapat pada buah kering.
CARA MENGATASI ASMA:

  • Kami sarankan detoksifikasi. Lakukanlah pembersihan dengan banyak konsumsi sayur-sayuran mentah dan buah-buahan seperti seledri, nenas, jeruk nipis, jenis citrus, jeruk bali, bawang putih, lobak dll.
Ada seorang ibu diberitahu oleh dokternya bahwa penyakitnya tidak dapat sembuh, karena saluran bronchialnya sudah dipenuhi oleh lendir-lendir yang sudah seperti lem. Dengan puasa dan minum jus, penyakitnya sembuh.
  • Hindari makanan pembentuk lendir, stop susu sapi dan keju, tepung-tepung putih (kue-kue dan roti putih) dan goreng-gorengan.
  • Jalankan pola hidup sehat NewStart.
2. APAKAH PENYAKIT PNEUMONIA?

Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru, yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Sebelum ditemukannya antibiotik, 1/3 dari penderita pneumonia mengalami kematian. Pada saat ini, lebih dari 3 juta orang menderita pneumonia setiap tahun di A.S. dan Pneumonia merupakan penyebab kematian no. 6 di Amerika Serikat.
Infeksi pada paru-paru disebabkan oleh 3 penyebab umum: bakteri, virus dan jamur.
Anda juga bisa menderita pneumonia dengan tidak sengaja apabila Anda menghirup cairan atau zat kimia.
Infeksi ini menyebabkan kantong udara yang kecil di paru-paru menjadi meradang dan oleh karenanya terus menerus menghasikan lendir sehingga alveoli penuh dengan lendir dan nanah menjadikannya menghalangi oksigen mencapai darah.
(Cara untuk mengetahui: X-ray dada dan cek darah).
APAKAH GEJALA pneumonia?

Dimulai dari seperti pilek, sedikit demam dan sulit bernafas. Kemudian rasa menggigil/dingin, batuk, nyeri otot, lemah, radang tenggorok, membesarnya kelenjar getah bening, sakit di dada, pernafasan cepat dan sulit, kadang-kadang ada titik darah kecil pada sputum/dahak.
SIAPAKAH YANG PALING BERESIKO?
Pada umumnya pneumonia terjadi pada orang yang mempunyai kekebalan tubuh yang rendah.
Orang yang paling beresiko adalah yang berumur di atas 65 tahun atau di bawah 2 tahun atau yang mempunyai masalah kesehatan.
CARA MENANGANI PNEUMONIA:

Tergantung dari penyebabnya, jika disebabkan oleh bakteri, digunakan antibiotik. Jika disebabkan oleh virus, perlu istirahat dan minum cairan banyak.
Beri dosis tinggi vitamin C. Buka jendela biar udara segar masuk dan sinar matahari. Beri banyak cairan seperti jus buah-buahan dan sayur-sayuran agar membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Biasanya penderita karena kekurangan vitamin A (vit. A dibutuhkan untuk kesehatan lapisan saluran pernafasan) dan makan makanan yang tidak bernutrisi (gula putih, tepung putih).
Walaupun antibiotik efektif untuk menangani pnemonia tetapi karena antibiotik dapat mengurangi vitamin C dan K dan juga B, maka makananlah makanan yang penuh dengan nutrisi alami. Bawang putih misalnya, adalah antibiotik alami yang sangat baik.
Lebih baik mencegah daripada mengobati, hindari merokok, gunakan masker pada waktu bersih-bersih atau daerah yang berjamur dan jauhi paparan zat kimia.
3. CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE (COPD).

Adalah penyakit paru kronis yang mengakibatkan kesulitan bernafas.
Batuk dengan mengeluarkan lendir sering merupakan pertanda pertama COPD. Saluran pernafasan kita mempunyai cabang sampai kepada paru-paru, seperti pohon yang terbalik. Pada ujung setiap cabang ada kantong udara seperti balon yang kecil-kecil. Pada orang yang sehat, saluran udara dan kantong udara ini elastis. Pada waktu kita menghirup udara, kantong udara terisi udara seperti balon dan pada waktu kita membuang nafas balon mengempis.
Pada COPD, jalan udara dan kantong udara kehilangan bentuknya menjadi floppy, seperti karet yang yang melar.
Bronchitis dan emphysema adalah umum pada COPD.
4. APAKAH EMPHYSEMA?

Emphysema adalah jenis penyakit COPD, penyakit ini merusak kantong udara (alveoli) pada paru-paru. Sebagai akibatnya tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen yang dibutuhkannya.
Gejala yang dominan adalah nafas pendek dan kesulitan bernafas pada waktu berolah raga.
Pada penderita emphysema, alveoli pada paru menyebabkan paru kehilangan elastisitasnya. Sebagai akibatnya membuang nafas menjadi sulit sehingga udara yang kotor tinggal/terjebak di dalam paru-paru, menghalangi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Penderita yang parah, akan mengalami gejala seperti kekurangan nafas terus menerus, batuk kronis, dan sering mengeluarkan dahak.
Penyebab umumnya adalah merokok. Penyakit ini adalah jenis penyakit degenerative pada paru yang biasanya terjadi setelah bertahun-tahun terpapar pada asap rokok dan menghirup toksin dari polusi udara. Sehingga menghalangi pernafasan yang normal.
Kebanyakan penderita emphysema adalah perokok lama tetapi gejala baru muncul pada usia pertengahan.
CARA PENCEGAHAN:

  • Hindari rokok, jika Anda seorang perokok dengan berhenti merokok dapat mencegah penyakit ini bertambah parah. Walaupun Anda tidak merokok hindari ruangan yang penuh dengan asap rokok.
  • Hindari makanan junk food, seperti goreng-gorengan, garam, daging, makanan proses, produk susu sapi yang semuanya merupakan makanan pembentuk lendir.
  • Hindari udara yang terpolusi dan kotor.
  • Olah raga di udara terbuka, sangat membantu untuk penderita emphysema. Mulailah sesuai dengan kemampuan Anda.
  • Latihan pernafasan.
  • Istirahat dan manage stress.
5. APAKAH BRONCHITIS?

Bronchitis adalah peradangan pada saluran bronchi pada paru. Menyebabkan batuk, nafas pendek dan dada sesak. Batuk sering mengeluarkan dahak yang berwarna kuning atau kehijauan.
Ada 2 jenis bronchitis yaitu akut dan kronis.
Bronchitis akut sering disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan pilek. Biasanya dimulai dari sakit tenggorokan, hidung berair atau infeksi sinus lalu menyebab kepada saluran udara, menyebabkan batuk kering tetapi biasanya akan hilang dengan sendirinya.
Bronchitis kronis: pada bronchi yang radang mengeluarkan banyak lendir, menyebabkan batuk dan kesulitan mendapatkan udara pada paru-paru.
Merokok adalah penyebab yang paling umum. Menghirup api dan debu untuk jangka waktu yang lama bisa menyebabkan bronchitis kronis.
Dengan treatment dapat menghilangkan gejala, tetapi bronchitis kronis adalah masalah jangka panjang dan dapat kambuh kembali atau tidak pernah sembuh benar-benar.
6. APAKAH TUBERCULOSIS?

Tuberculosis adalah infeksi karena bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis.
Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi mereka juga bisa merusak bagian tubuh lainnya.
TB menular melalui udara di mana seorang penderita TB batuk, bersin atau berbicara. Jika kekebalan tubuh Anda lemah, maka akan dengan mudah Anda tertular.
GEJALANYA:
  • Batuk parah yang berlangsung selama 3 minggu atau lebih.
  • Turun berat badan.
  • Batuk mengeluarkan darah.
  • Letih dan lesu.
  • Demam dan dingin.
  • Berkeringat pada malam hari.
Jika tidak ditangani dengan benar. TB dapat mematikan.

PENCEGAHAN:

  • Jika sudah terkena TB, Anda perlu konsumsi obat-obatan untuk jangka waktu tertentu.
  • Tingkatkan sistim imunitas tubuh dengan jalankan pola hidup sehat New Start.
7. APAKAH KANKER PARU? (Bronchogenic carcinoma)
Kanker paru adalah salah satu jenis kanker yang umum di dunia. Kanker ini merupakan penyebab kematian utama pada pria dan wanita di A.S. menurut U.S. National Cancer Institute, kira-kira 1 di antara 14 orang laki-laki dan perempuan. Merokok merupakan penyakit tersering kanker paru. Makin banyak rokok yang Anda hirup setiap hari, dan juga makin muda Anda mulai merokok, makin tinggi resiko Anda menderita kanker paru.
Tingkat polusi yang tinggi, radiasi dan pemaparan pada asbestos dapat juga meningkatkan resiko.
Kanker paru didominasi orang yang sudah berumur, 70% didiagnosis di atas umur 65 tahun, dan kurang dari 3% terjadi pada orang di bawah usia 45 tahun.
GEJALA UMUM:

  • 25% penderita tidak menunjukkan gejala.
  • Batuk yang tidak sembuh-sembuh dan makin lama bertambah parah.
  • Sering merasa nyeri dada.
  • Batuk darah.
  • Nafas pendek, berbunyi.
  • Sering kambuh pneumonia atau bronchitis.
  • Kurang nafsu makan atau turun berat badan
  • Letih, lesu.
PENYEBAB KANKER PARU

  • Perokok dan perokok pasif.
  • Asbestos fiber. Tempat kerja adalah sumber umum asbestos yang banyak dipakai sebagai insulasi thermal dan akustik. Pada dewasa ini pemakaian asbes dibatasi atau dilarang pada banyak negara di A.S. Resiko makin meningkat jika perokok terpapar dengan asbes.
  • Genetik.
  • Sudah adanya penyakit paru meningkatkan resiko 4 – 6 x (walaupun tidak merokok).
  • Polusi udara (dari kendaraan bermotor, industri/pabrik, dll.)
8. PENYAKIT PARU LAINNYA:

EDEMA PARU : Adanya cairan pada paru-paru. Dapat disebabkan rusaknya paru-paru karena gas beracun atau infeksi yang parah, efek samping pengobatan, atau karena trauma hema. Kerusakan paru juga bisa terjadi pada penderita gagal ginjal, olah raga di altitute yang tinggi, bisa juga karena gagal jantung atau komplikasi karena serangan jantung dan penyakit jantung.
MENGHIRUP ASAP: Partikel asap dapat melapisi alveoli/kantong udara sehingga menghalagi pertukaran gas.
KERACUNAN KARBON MONOKSIDA: (Dari asap buangan kendaraan bermotor dan juga water heater yang kurang baik.

Sumber Informasi : MELILEA

0 komentar:

Posting Komentar